Pages

Jumat, 19 September 2014

6 Tokoh Dunia yang Mengalami Disleksia

Terlahir dengan gangguan saraf, penyandang disleksia memiliki kesulitan belajar dan mengolah kata, terutama kala membaca, menghitung, mengingat, dan mengeja. Beberapa di antara mereka bahkan terpaksa keluar dari sekolah alias drop out dan memilih mengikuti program belajar atau memanggil guru ke rumah.


Berbeda dengan gangguan belajar biasa, penyebab disleksia bukan kurangnya kecerdasan, tapi karena kelainan genetik pada individu dengan Intelegency Quotient (IQ) normal atau bahkan di atas rata-rata.

Pengajar psikolinguistik di Departemen Linguistik Universitas Indonesia, Harwintha Yuhria Anjarningsih mengatakan, pengidap disleksia memiliki kelebihan di bidang lain selain membaca dan menulis. Mereka cenderung baik di bidang lukis, musik, atau olahraga. “Potensi inilah yang harus dieksplorasi para guru dan orang tua,” ujarnya, Sabtu, 6 September 2014. 

Dalam sejarah, beberapa pesohor seperti Leonardo da Vinci, Agatha Christie, dan Tom Cruise memiliki kesulitan belajar. Mereka melawan dan tak menyerah pada kenyataan. Perlahan tapi pasti, mereka pun sukses dalam karier. Berikut kisah pesohor pengidap disleksia.

 1. Leonardo da Vinci (15 April 1452-2 Mei 1519)






Leonardo da Vinci dikenal sebagai pelukis masyhur terutama lewat dua karyanya, Mona Lisa dan The Last Supper. Pria asal Tuscany, Italia, itu juga dikenal sebagai ilmuan, ahli matematika, insinyur, pemahat, arsitek, botanis, pemusik, dan penulis.


Di balik ketenarannya, pelukis bertangan kidal ini mengidap disleksia. Kondisi ini terkuak kala para peneliti mengamati sejumlah ide penemuan di buku harian Da Vinci yang tertulis terbalik, seperti saat melihat cermin. Bagi para peneliti, kemampuan menulis terbalik biasa dilakukan penderita disleksia bertangan kidal. Uniknya, pengidap disleksia tak menyadari jika cara menulis itu tak sama dengan orang kebanyakan.

2. Albert Einstein (14 Maret 1879-18 April 1955)
Kebanyakan orang mengenal Albert Einstein sebagai tokoh fisika paling penting abad ke-20. Tapi hanya sedikit saja yang mengetahui Einstein mengidap disleksia saat masih bersekolah. Pemikir kelahiran Ulm, Jerman itu memiliki memori buruk dan tak mampu mengingat hal sederhana. Akibat gangguan itu, Einstein pun dikeluarkan dari sekolah.

Mantan suami Mileva Marić memang tak mampu mengingat bulan dan tahun dengan tepat, tapi berhasil memecahkan rumus matematika paling rumit tanpa kesulitan apapun. Dia pun tak pernah belajar bagaimana mengikat tali sepatu dengan benar, tapi teori relativitasnya berpengaruh besar pada semua ilmu pengetahuan terkini.

Einstein berhasil mengatasi gangguan belajarnya lewat satu peristiwa yang tak disengaja. Suatu hari, sang ayah, Hermann Einstein, memberikan sebuah kompas. Einstein lantas mencari tahu sebab jarum di kompas itu bisa bergerak sendiri. Ia mulai mengutak-atik alat penunjuk arah itu dan merakitnya kembali. Dari situ, Einstein tertarik pada ilmu merakit barang dan belajar matematika.

3. Agatha Christie (15 September 1890-12 Januari 1976)
Kalau Anda menggemari cerita Detektif Hercule Poirot dan Miss Marple, tentu tak asing dengan Agatha Christie. Ya, dialah pengarang perempuan Inggris legendaris yang mengundang banyak decak kagum para pembaca dan kritikus sastra lewat cerita misterinya. 

Namun di balik kehebatan mengarang cerita, Christie menderita disleksia. Tapi ia tangguh melawan kesulitan belajar ini dengan terus berlatih menulis hingga melahirkan novel berkelas. 

Karyanya pun menginspirasi banyak penulis dan pembuat film. Menurut catatan Michael Fleming, editor film Deadline Hollywood, 19 novel Christie telah teradaptasi menjadi film. Sementara novelAnd Then There Were None tercatat dalam daftar buku dengan penjualan terbaik di abad ke-21. Karya Christie laris hingga empat miliar eksemplar.

Pemegang Guinness Book World Records itu menuturkan, “Sampai menjadi penulis pun saya masih sering kesulitan mengeja kata-kata dengan benar. Tapi untuk itulah gunanya ada editor, bukan?” candanya. 

Menghadapi disleksia, istri Max Mallowan itu menyarankan agar para penyandang mampu menerima situasi itu dan fokus pada aktivitas yang bisa dilakukan. Sehingga mampu mengeksplorasi potensi dan bakat yang tersembunyi. 

 4. Walter Elias Disney (5 Desember 1901 – 15 Desember 1966)



Nama Walter Elias Disney alias Walt Disney sangat kondang di dunia hiburan. Selain sebagai pengusaha, Walt adalah produser, sutradara, penulis naskah, pengisi suara, dan animator ulung. Satu karyanya, Mickey Mouse, di mana Walt sendiri mengisi suara pada karakter itu, berhasil menyedot perhatian penggemar kartun dunia pada awal 1930-an.  

Di jagat hiburan, pemegang 26 trofi Academy Awards itu dikagumi karena inspirasi dan inovasi lewat film animasi serta taman bermain, Disneyland, di berbagai negara. Walt melengkapi popularitas itu dengan imajinasi, optimisme, dan kreativitasnya. Di luar panggung hiburan, Walt kerap menyisihkan sebagian kekayaan untuk kegiatan amal. 

Tapi tak banyak pengagum mengetahui perjuangan Walt melawan disleksia. Akibat gangguan itu, pria kelahiran Chicago, Amerika Serikat ini harus belajar lebih keras ketimbang anak-anak seusianya. Dia mesti bersekolah di dua tempat: sekolah menengah umum dan akademi seni rupa. Pun mengikuti kursus setiap Sabtu di Kansas City Art Institute. Langkah itu dia lakukan agar bisa menyalurkan potensi menjadi energi positif. 

5. John Lennon (9 Oktober 1940-8 Desember 1980)
Masyarakat dunia mengenal John Lennon sebagai penyanyi legendaris lewat dereta lagu bersama The Beatles. Berkolaborasi dengan Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Star, karakter musik grup band asal Inggris itu cenderung atraktif, ngepop, dan menyuarakan antikemapanan. Sejak 1960-an, suami Yoko Ono itu terlibat dalam berbagai kegiatan amal aktivitas perdamaian. 

Popularitas Lennon berhasil menyihir generasi musik pada masanya, bahkan hingga The Beatles bubar pada 1970. Namun sangat sedikit yang menyadari perjuangan Lennon melawan disleksia kala kecil. Tapi Lennon bukan tipe penyerah. Musik menyelamatkannya dari disleksia. 

Para peneliti menyebut Lennon berhasil menggubah lirik dan lagu karena disleksia. Gangguan mengelola ingatan itu menyulitkan ia menghapal lirik lagu favorit, sehingga membuat lirik tambang sendiri. Dari situ Lennon menekuni bidang musik hingga wafat pada 8 Desember 1980, setelah ditembak Mark David Chapman, seorang penggemarnya yang gila.

6. Tom Cruise (3 Juli 1962)
Tom Cruise adalah aktor dan produser film yang bersinar di panggung Hollywood. Sebelum melambung lewat film Mission Impossible, pemilik nama asli Thomas Cruise Mapother IV itu mengidap disleksia sejak kecil. Tanpa sungkan, Tom mengakui gangguan yang dia derita di hadapan publik seraya menyakinkan para orang tua soal solusi untuk menanggulangi sindrom itu.

Mantan suami Katie Holmes itu menuturkan selalu tertinggal saat mengikuti pelajaran di sekolah. Dia sempat frustrasi ketika disleksia hampir menghancurkan karier aktingnya. Sebab sebelumnya penyakit ini menggagalkan impian Tom menjadi pilot. 

Tom berhasil melewati masa sulit setelah mengikuti program belajar Scientology yang dikembangkan Ron Hubbard. Hasilnya, Tom mampu mengatasi kesulitan membaca. Dan kini, dia menjadi anggota dewan yayasan penanggulangan kesulitan membaca HELP (Hollywood Education and Literaty Problem), yang bertujuan membantu penderita disleksia.

Sumber : Yahoo!!

0 komentar:

Posting Komentar

Entri Lain

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Menu

free counters Protected by Copyscape Duplicate Content Finder blog-indonesia.com
widgets

Followers