Pages

Selasa, 01 Maret 2011

Menpora: Dapat Sanksi Dari FIFA Hal Biasa

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallaranggeng mengatakan bahwa banyak negara pernah mendapatkan sanksi dari federasi sepakbola dunia (FIFA) dan merupakan hal biasa, bukan sesuatu yang luar biasa.
Tempo/Tony Hartawan
"Soal sanksi FIFA, banyak negara telah dapat termasuk Inggris. Ini hal biasa, bukan sesuatu yang luar biasa," kata Menpora Andi Mallaranggeng dalam raker dengan komisi X DPR di Senayan Jakarta, Senin.
Menpora menjelaskan, bentuk-bentuk sanksinya bermacam-macam. Ada yang dilarang tampil di pertandingan internasional selama enam bulan atau malah ada yang sama 48 jam saja.
Menurut Menpora, setelah jatuhnya sanksi FIFA biasanya pengurus FIFA akan datang ke negara bersangkutan untuk mencari solusinya.
"Biasa itu. Begitu diberi sanksi, dicarikan solusinya. Banyak negara yang sudah diberi sanksi FIFA kemudian dicarikan solusinya malah prestasinya jadi lebih baik," kata Andi Mallaranggeng.
Namun sampai saat ini pemerintah belum pernah melakukan intervensi tetapi baru memberikan peringatan pada PSSI.
"Jadi sampai sekarang pemerintah baru berikan peringatan. Tidak pernah lakukan intervensi," kata Andi.
Menurut Andi, pemerintah tidak mau mencampuri PSSI dalam keadaan normal artinya pemerintah tak mau intervensi.
"Tapi kalau sudah keterlaluan, `offside` kami semprit. Bentuknya kami beri peringatan supaya ditaati peringatan itu," kata Andi.
Menurut Andi, yang dilakukannya hanya memberikan peringatan bukan mengambil alih PSSI.
Menpora menjelaskan bahwa dalam surat FIFA tanggal 24 Februari 2011, dikatakan jika kalau pemerintah mengambil tindakan sebagaimana yang diperingatkannya baru dikatakan intervensi. Namun tambah Menpora mengharapkan PSSI mengikuti peringatan dari pemerintah.
"Tapi kalau tidak dilakukan (peringatan itu) memang pemerintah akan ambil kewenangan sesuai yang dimilikinya," kata Andi.
Menpora meminta semua pihak mentaati aturan yang ada Statuta FIFA, Statuta PSSI maupun UU.
"Mari semua ikuti mumpung posisi nol-nol. Kembali ketitik nol. Mulailah proses dengan baik. Komite pemilihan yang kredibel dan ikuti semua aturan FIFA UU dan PP patuhi semua," kata Andi.

0 komentar:

Posting Komentar

Entri Lain

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Menu

free counters Protected by Copyscape Duplicate Content Finder blog-indonesia.com
widgets

Followers