Pages

Jumat, 19 September 2014

8 Film yang Rilis di Minggu Ketiga Bulan September

“The Maze Runner” (2014) yang diprediksi akan duduk di puncak daftar film box office minggu ini adalah pilihan menarik yang bisa Anda pertimbangkan sebagai tontonan di akhir pekan nanti. Meski ada banyak film dari novel young adult yang mengecewakan dari segi pendapatan dan kualitas, “The Maze Runner” besutan Wes Ball yang dibintangi oleh Dylan O’Brien dan Kaya Scodelario ternyata merupakan salah satu contoh adaptasi yang cukup menghibur. Sementara itu, saingannya di posisi kedua, “A Walk Among the Tombstones” yang kembali menghadirkan aksi keren Liam Neeson juga akan hadir dalam sneak preview di pemutaran tengah malam nanti. Selain itu, ada berbagai pilihan film lain yang siap menyambut Anda di bioskop. Apa saja film-film tersebut? Berikut adalah daftar film yang dirilis di minggu ketiga bulan September 2014.


1. The Prince

The Prince

Seorang mantan pembunuh bayaran mengetahui bahwa putrinya ternyata diculik. Setelah melacak posisi terakhir anaknya tersebut dengan mengikuti petunjuk yang ada, ia ternyata menyadari bahwa hal ini ada sangkut pautnya dengan mantan saingannya ketika masih bekerja sebagai pembunuh dulu. Untuk menyelamatkan anaknya, ia pun harus menghadapi sang rival sekali lagi.


Sutradara: Brian A. Miller
Penulis Naskah: Andre Fabrizio, Jeremy Passmore
Pemeran: Jason Patric (Paul), Jessica Lowndes (Angela), Gia Mantegna (Beth), Bruce Willis (Omar), Rain (Mark), John Cusack (Sam), 50 Cent (The Pharmacy)
Durasi: 93 menit
Tanggal Rilis: 16 September 2014



2. The Maze Runner


The Maze Runner
Thomas (Dylan O’Brien) bangun di dalam sebuah lift tanpa ingatan apa-apa, kecuali namanya sendiri. Ia sampai di sebuah daerah terbuka yang dikelilingi labirin dan bertemu dengan remaja-remaja pria yang telah tinggal di sana cukup lama. Meski tidak punya ingatan sama sekali mengenai dunia luar, Thomas sering bermimpi tentang sebuah organisasi misterius bernama W.C.K.D. Satu-satunya harapan Thomas untuk keluar dari labirin ini, dan mengetahui apa tujuan sebenarnya kenapa ia dikirim ke tempat itu, hanya bisa diperolehnya dengan menyatukan serpihan-serpihan ingatan mengenai masa lalunya.


Sutradara: Wes Ball
Penulis Naskah: Noah Oppenheim, Grant Pierce Myers, T. S. Nowlin
Pemeran: Dylan O'Brien (Thomas), Aml Ameen (Alby), Ki Hong Lee (Minho), Blake Cooper (Chuck), Thomas Brodie-Sangster (Newt), Will Poulter (Gally), Kaya Scodelario (Teresa)
Durasi: 113 menit
Tanggal Rilis: 17 September 2014



3. The Longest Week




The Longest Week
Conrad (Jason Bateman) yang kekanak-kanakan adalah pria berusia 30-an tahun yang tinggal di sebuah hotel mewah di Manhattan selama 20 tahun, setelah orangtuanya memutuskan untuk menitipkannya agar dirawat oleh para staf hotel sejak dirinya masih kecil. Setelah dewasa, Conrad yang hidupnya penuh pesta dan minuman keras harus menerima kenyataan bahwa ia harus pergi dari hotel tersebut karena perceraian orangtuanya yang ternyata membuatnya kehilangan dana perwaliannya.


Setelah diberi nasehat oleh sang psikiater dan dibekali 200 dolar, Conrad yang bokek pun pindah ke rumah teman lamanya, Dylan (Billy Crudup), dan mencoba untuk menata kembali hidupnya. Di minggu yang sama, ia pun jatuh cinta pada Beatrice (Olivia Wilde), yang ternyata adalah pacar Dylan. Apakah ia akan mengorbankan cintanya demi menjaga persahabatan, ataukah ia akan mengkhianati teman yang telah menolongnya saat dirinya kesusahan?



Sutradara: Peter Glanz
Penulis Naskah: Peter Glanz
Pemeran: Jason Bateman (Conrad Valmont), Olivia Wilde (Beatrice Fairbanks), Billy Crudup (Dylan Tate), Stephen Temperly (Jean-Louis Valmont), Alexandra Neil (Maribel Valmont), Seamus Davey-Fitzpatrick (Young Conrad), Tony Roberts (Barry the Therapist)
Durasi: 86 menit
Tanggal Rilis: 17 September 2014



4. The Swimmers




The Swimmer
Perth (March Chutavuth) dan Tan (Tor Thanapob) adalah atlet renang di sekolah mereka yang sudah lama menjadi saingan sekaligus teman baik. Ketika keduanya jatuh cinta pada gadis yang sama, Ice (Kao Supassara), mereka pun berusaha keras untuk merebut hatinya. Meski demikian, ketika latihan untuk audisi, sesuatu yang menakutkan terjadi pada Perth. Ketika berlatih sendirian di kolam, ia merasakan ada seseorang yang berenang di sampingnya. Terkadang, ia juga melihat siluet seseorang yang berdiri di tepi kolam meski sebenarnya tidak ada siapa-siapa di sana. Perth tidak mengerti kenapa ia mengalami gangguan-gangguan ini. Selama ia hidup, apakah ia akan terus mendapati teror seperti ini?


Sutradara: Sophon Sakdaphisit
Pemeran: Chutavuth, Tor Thanapob, Kao Supassara
Durasi: 110 menit
Tanggal Rilis: 17 September 2014



5. 13




13
Kevin dan Nayla yang baru saja menikah pindah ke sebuah rumah baru. Di kompleks perumahan ini juga tinggal keluarga Julian dan Ditta, rekan sekantor Kevin. Julian dan Ditta merasa panik karena anak mereka, Lila, sering bermain dengan sosok yang tidak bisa mereka lihat. Setelah diperiksa, Lila memiliki ciri-ciri anak indigo – seseorang yang bisa berkomunikasi dengan dunia roh.


Sementara itu, Kevin dan Nayla juga mengalami masalah karena ada hal-hal aneh yang sering terjadi di rumah mereka. Gangguan pun semakin menjadi-jadi ketika Nayla didatangi sosok mirip suaminya dan akhirnya hamil. Kevin sendiri sudah lama tidak berhubungan seksual dengan istrinya, sehingga ia heran kenapa Nayla bisa mengaku bahwa ia adalah ayahnya. Karena informasi dari Lila, Kevin akhirnya mulai memahami keanehan yang terjadi pada keluarganya. Tapi, apakah sudah terlambat baginya untuk mengambil tindakan?



Sutradara: Sridhar Jetty
Penulis Naskah: Deden Tristanto
Pemeran: Marissa Christina, Reza Pahlevi, T Dewi Silvia Putri, Harry Pantja, Dedeh Sritatu
Durasi: 94 menit
Tanggal Rilis: 18 September 2014



6. Duel: The Last Choice




Duel
Setelah meninggalkan masa lalunya sebagai preman, Igo memilih untuk hidup normal dan berjualan di Pasar Cinere. Ketika teman lamanya, Joe Bandit, membuat masalah di sana, mereka bertarung sengit sampai Joe akhirnya ditangkap polisi.


Tiga tahun setelahnya, pasar pun dikuasai oleh preman-preman baru bernama Rocky, Dimas, dan Jack. Igo sendiri sekarang sudah berubah. Ketika Jack menagih setoran dengan kasar di lapak Igo, ia tidak melawan. Justru, aksi Jack malah dihentikan oleh Dimas. Meskipun Dimas membela Igo, ternyata keduanya memiliki hubungan yang kompleks akibat sebuah tragedi yang terjadi di masa lalu.



Sutradara: Willy Dozan
Penulis Naskah: Beta Inggrid Ayu Ningtyas
Pemeran: Willy Dozan, Leon Dozan, Volland Humonggio, Asep Jaya
Durasi: 83 menit
Tanggal Rilis: 18 September 2014



7. The Four III




The Four 3
“The Four III” yang merupakan kisah akhir dari trilogi film “The Four” diangkat dari novel seri karya Woon Swee Oan. Ceritanya sendiri kembali melanjutkan kisah tentang empat orang polisi. Pasca kepergian Emotionless (Liu Yifei), ada yang berubah dari Iron Hands (Collin Chou), Life Snatcher (Ronald Cheng), dan Cold Blood (Deng Chao). Ketiganya kemudian mendapat misi baru saat harus pergi menyelamatkan Zhuge Zhengwo (Anthony Wong) dari Yunshan di sebuah benteng yang terletak di gunung. Namun Yushan tidak mudah untuk ditaklukan, karena di tempat tersebut keahlian kung fu seseorang tidak akan bisa digunakan.


Sutradara: Gordon Chan
Pemeran: Ronald Cheng, Collin Chou, Chao Deng, Yifei Liu, Anthony Wong Chau-Sang
Durasi: 107 menit
Tanggal Rilis: 18 September 2014



8. A Walk Among the Tombstones




A Walk Among the Tombstones
Matt Scudder (Liam Neeson) adalah mantan polisi NYPD yang kini bekerja sebagai detektif swasta tanpa lisensi yang beroperasi di luar batasan hukum. Ketika Scudder dengan enggan menyetujui untuk membantu seorang pengedar heroin, Kenny Kristo (Dan Stevens), untuk melacak orang-orang yang telah menculik dan membunuh istrinya dengan sadis, Scudder menyadari bahwa ini bukan merupakan aksi brutal pertama yang dilakukan gerombolan ini. Ia pun kemudian menyusuri daerah-daerah berbahaya di New York untuk menghentikan mereka sebelum korban berikutnya berjatuhan.


Sutradara: Scott Frank
Penulis Naskah: Scott Frank
Pemeran: Liam Neeson (Matt Scudder), Dan Stevens (Kenny Kristo), Razane Jammal (Carrie Kristo), David Harbour (Ray), Adam David Thompson (Albert), Maurice Compte (Danny Ortiz)
Durasi: 113 menit
Tanggal Rilis: 20 September 2014 (pemutaran tengah malam)

Sumber : Yahoo!!


5 Makanan yang Dapat Menjaga Daya Ingat

Ada yang sering mudah lupa? Kebiasaan ini bukan hanya merugikan diri sendiri, namun terkadang juga orang lain. Menjaga daya ingat adalah penting agar terhindar dari kepikunan di hari tua. Berikut makanan yang dapat menjaga daya ingat!


1. Kubis
Kubis mengandung asam folat yang baik untuk mengatasi masalah pada memori. Asam folat adalah zat gizi terbaik untuk daya ingat.

2. Telur
Telur mengandung protein yang cukup tinggi. Selain itu, kandungan vitamin B6 dan B12 juga berperan baik dalam mempertahankan daya ingat. Jika kekurangan dua vitamin tersebut, maka daya ingat akan menurun lebih cepat.

3. Brokoli
Sebuah penelitian di Harvard menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi sayuran ini dalam jumlah banyak akan menurunkan resiko kepikunan. Brokoli mengandung antikosidan, asam folat, dan juga vitamin B6.

4. Stroberi
Kandungan antioksidan yang disebut antosianin pada stroberi memiliki kemampuan untuk mencegah menurunnya daya ingat. Antosianin juga dapat menjaga pembuluh darah sehingga aliran darah yang menuju ke otak tetap lancar. Selain itu, stroberi juga mengandung asam folat dan B6.

5. Salmon
Ikan jenis ini memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang cukup tinggi yang dapat mempertajam memori. Seseorang yang mengkonsumsi ikan paling tidak seminggu sekali daya ingatnya akan menurun 10% lebih lambat dibanding yang jarang mengkonsumsi ikan.

Sumber : Yahoo!!

Senin, 15 September 2014

7 Film Yang Rilis pada September 2014

Setelah sukses dengan film live-action adaptasi manga “Rurouni Kenshin” (2012), Keishi Ohtomo kembali dengan sekuel besutannya, “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno”, yang sudah dapat Anda saksikan di bioskop mulai minggu ini – dan akan dilanjutkan dengan “Rurouni Kenshin: The Legend Ends” yang diputar bulan depan. Bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan kisah cinta Zainuddin (Herjunot Ali) dan Hayati (Pevita Pearce), “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” versi extended juga dapat dijadikan pilihan. Selain itu, masih ada banyak pilihan film dari dalam dan luar negeri yang dapat Anda tonton di akhir pekan nanti. Apa saja film-film yang sudah dirilis di bioskop minggu ini? Berikut adalah daftar film yang dirilis di minggu kedua bulan September 2014.

1. The November Man

The November ManThe November Man

Peter Deveraux (Pierce Brosnan) adalah seorang mantan agen CIA dengan kemampuan mematikan yang telah menikmati hidup tenang di Swiss. Ketika sang mantan agen dengan nama kode “The November Man” ini dipancing untuk meninggalkan masa pensiunnya demi sebuah misi terakhir, ia ditugaskan untuk melindungi seorang saksi penting bernama Alice Fournier (Olga Kurylenko). Deveraux ternyata menemukan bahwa mantan teman dan muridnya, David Mason (Luke Bracey), ternyata menjadikannya sasaran pembunuhan akibat tugas ini. Curiga bahwa ada penyusup di pihak CIA, Deveraux merasa bahwa tidak ada orang yang dapat ia percayai. Meski demikian, ia harus berusaha untuk tetap menjalankan misinya.


Sutradara: Roger Donaldson
Penulis Naskah: Michael Finch, Karl Gajdusek
Pemeran: Pierce Brosnan (Devereaux), Luke Bracey (Mason), Olga Kurylenko (Alice), Bill Smitrovich (Hanley), Amila Terzimehic (Alexa), Lazar Ristovski (Arkady Federov)
Durasi:  108 menitTanggal Rilis: 9 September 2014


2. Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno

Kyoto InfernoKyoto Inferno
Kenshin Himura (Takeru Satô) harus melawan Makoto Shishio (Tatsuya Fujiwara) yang jahat demi menggagalkan rencana kejinya untuk menggulingkan pemerintahan Meiji dengan membakar Kyoto. Masa depan Jepang pun menjadi taruhannya, ketika Kenshin terpaksa harus menghentikan Shishio dan anak buahnya dengan segala cara, meski ia sudah bersumpah tidak akan pernah membunuh orang lagi.


Sutradara: Keishi Ohtomo
Penulis: Nobuhiro Watsuki
Pemeran: Takeru Satô (Kenshin Himura), Emi Takei (Kaoru Kamiya), Tatsuya Fujiwara (Makoto Shishio), Yôsuke Eguchi (Hajime Saito), Yûsuke Iseya (Aoshi Shinomori), Munetaka Aoki (Sanosuke Sagara), Yû Aoi (Megumi Takani)
Durasi: 138 menit
Tanggal Rilis: 10 September 2014

3. The Purge: Anarchy

The Purge: AnarchyThe Purge: Anarchy
Sepasang suami istri, Shane (Zach Gilford) dan Liz (Kiele Sanchez), sedang berkendara di jalan ketika mobil mereka mogok, tepat ketika perayaan Purge dimulai. Sementara itu, Sersan Leo Barnes (Frank Grillo) berkeliaran di jalan untuk mencari pembalasan dendam terhadap pria yang telah mengakibatkan kematian putranya. Di saat yang sama, Eva (Carmen Ejogo) dan putrinya, Cali (Zoë Soul), sedang berada dalam pelarian setelah sekelompok penyerang menghancurkan rumah mereka. Kelima orang ini akhirnya bertemu ketika tengah berusaha untuk tetap hidup malam itu di Los Angeles.


Sutradara: James DeMonaco
Penulis Naskah: James DeMonaco
Pemeran: Frank Grillo (Sergeant), Carmen Ejogo (Eva Sanchez), Zach Gilford (Shane), Kiele Sanchez (Liz), Zoë Soul (Cali), Justina Machado (Tanya)
Durasi: 103 menit
Tanggal Rilis: 10 September 2014

4. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Extended

TKVDWTKVDW
Nusantara 1930. Dari tanah kelahirannya, Makassar, Zainuddin berlayar menuju tanah kelahiran ayahnya di Batipuh, Padang Panjang. Di sana ia bertemu Hayati. Kedua muda-mudi itu jatuh cinta. Tapi, adat menghalangi. Zainuddin hanya seorang melarat tak berbangsa, sementara Hayati perempuan Minang keturunan bangsawan.


Lamaran Zainuddin ditolak keluarga Hayati. Hayati dipaksa menikah dengan Aziz, laki-laki kaya berbangsa yang memang ingin menyuntingnya. Zainuddin memutuskan merantau ke tanah Jawa. Zainudin bekerja keras dan menjadi penulis terkenal. Dalam sebuah pertunjukan opera, Zainuddin kembali bertemu Hayati bersama Aziz, suaminya. Kisah cinta Zainuddin dan Hayati menemui ujian terberatnya dalam sebuah tragedi pelayaran kapal Van Der Wijck.


Sutradara: Sunil Soraya
Penulis: Donny Dhirgantoro, Imam Tantowi, Riheam Junianti, Sunil Soraya, Hamka
Pemeran: Herjunot Ali, Pevita Pearce, Reza Rahadian
Durasi: 200 menit
Tanggal Rilis: 11 September 2014

5. Malam Minggu Miko Movie

Malam Minggu MikoMalam Minggu Miko
Miko selalu gagal untuk menemukan cinta sejatinya setiap kali dekat dengan cewek. Rian, yang sudah berpetualang sebagai stand-up comedian di perahu-perahu, merasa yakin kalau itu disebabkan oleh sebuah kutukan masa lalu. Rian bermimpi melihat sesuatu yang terkait dengan sebuah barang yang Miko simpan dari SMP. Mereka berdua pun berusaha menelusuri teman-teman dari masa SMP yang mungkin menjadi penyebab kutukan tersebut.


Sementara itu, Dovi terus berkutat dengan masalah kuliah hukum yang semakin membuat dia stres. Dia mendapatkan tugas dari dosennya untuk mendampingi sekelompok mahasiswa mancanegara, Alexandra, Suzuki, dan Mamadi berkeliling Jakarta, serta harus memenuhi target yang ditentukan. Dovi harus membuktikan kemampuannya demi masa depan kuliahnya.


Lain lagi dengan Anca. Ia dan kekasihnya, Atik, berniat ingin ikut nikah massal. Bapak dan ibu Anca datang untuk melakukan tes kesiapannya untuk menikah. Sebagai keluarga pembantu turun-menurun yang sangat berdedikasi tinggi, Anca harus memenuhi semua kriteria yang sudah dibuat.


Sutradara: Raditya Dika
Penulis Naskah: Raditya Dika
Pemeran: Raditya Dika, Andovi da Lopez, Ryan Adriandhy, Hadian Saputra
Durasi: 90 menit
Tanggal Rilis: 11 September 2014


6. Aku, Kau & KUA

Aku, Kau, & KUAAku, Kau, & KUA
Hidup Fira (Nina Zatulini) berantakan begitu tahu bahwa pacarnya, Lando (Eza Gionino), ternyata tukang selingkuh. Untuk mengembalikan semangat sahabatnya, Uci (Eriska Rein) mendukung rencana Deon (Deva Mahendra) untuk ta’aruf dengan Fira.


Meski Fira masih ragu-ragu untuk ta’aruf, sahabatnya yang lain, Rico (Adipati Dolken), Mona (Karina Nadila), dan Pepi (Babe Cabiita) mendukung rencana ini. Malah, Rico jadi terinspirasi untuk mengajak pacarnya menikah, meski rencananya tidak berjalan mulus. Mona sendiri akhirnya meminta pacarnya untuk menikahinya. Tetapi, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka. Supaya mendapat jodoh yang baik, Mona memaksakan untuk berhijab. Ketika diajak Uci untuk datang ke workshop kepribadian, Mona justru mejadikannya acara mencari jodoh dengan memilih Kak Emil (Dwi Sasono), seorang ustad muda yang ganteng, sebagai sasarannya.


Sutradara: Monty Tiwa
Penulis Naskah: Cassandra Massardi
Pemeran: Adipati Dolken, Eriska Rein, Nina Zatulini, Deva Mahendra, Karina Nadila, Babe Cabiita
Durasi: 105 menit
Tanggal Rilis: 11 September 2014

7. Dino Time

Dino TimeDino Time
Tiga anak kecil yang penasaran dengan sebuah mesin waktu berbentuk telur tanpa sengaja menyalakan alat tersebut sehingga mereka tersedot ke masa lampau. Ketika lompat sampai sejauh 65 juta tahun yang lalu, mereka pun terdampar di sebuah sarang dinosaurus yang berisi telur-telur. Ketika seekor T-Rex melihat kehadiran mereka, ketiganya disangka sebagai anak-anaknya yang baru menetas. Sekarang, mereka tinggal menunggu telur-telur yang asli menetas sambil mencoba untuk kembali ke masa depan, tentu saja dengan menghadapi bahaya dan para monster yang mengintai dalam petualangan ini.


Sutradara: Yoon-suk Choi, John Kafka
Penulis Naskah: Adam Beechen, James Greco, Jae Woo Park, Zachary Rosenblatt
Pemeran: Melanie Griffith (Tyra), Rob Schneider (Dodger), Pamela Adlon (Ernie), Jane Lynch (Sue), Stephen Baldwin (Surly), Grey DeLisle (Baby T-Rex)
Durasi: 88 menit
Tanggal Rilis: 12 September 2014

Sumber : Yahoo!!

Lima Alasan Menonton “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno”

Setelah sukses menyajikan kisah Tokyo Arc dalam “Rurouni Kenshin” (2012), petualangan Kenshin Himura berlanjut dengan adaptasi Kyoto Arc dalam “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” (“Rurouni Kenshin: Kyoto Taika-hen”) (2014) yang punya skala lebih besar, adegan pertarungan yang lebih dinamis, dan juga hadir dengan para karakter favorit yang telah lama ditunggu kemunculannya.


Kisah sekuel bagian pertama yang nantinya akan langsung dilanjutkan dengan “Rurouni Kenshin: The Legend Ends” (“Rurouni Kenshin: Densetsu no Saigo-hen”) (2014) yang rilis bulan depan ini berhasil menjadi film yang cukup memuaskan penggemarnya, meski penonton biasa yang tidak familiar dengan kisahnya mungkin akan bermasalah dengan durasinya yang cukup panjang. Apabila Anda belum yakin apakah “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” merupakan tontonan yang cocok untuk disaksikan minggu ini, mari simak rekomendasi kami di bawah ini. Berikut adalah lima alasan menonton “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno”.

1. Nostalgia

“Rurouni Kenshin: Meiji Kenkaku Romantan” karya Nobuhiro Watsuki telah lama menjadi salah satu serial manga populer. Sejak diterbitkan pertama kali secara berseri dalam majalah “Weekly Shonen Jump”, kisah hidup sang Hitokiri Battousai ini telah diterjemahkan dalam 23 bahasa, dan terjual sampai 58 juta kopi. Di Indonesia, Rurouni Kenshin makin terkenal karena serial televisi animasinya dulu punya banyak penonton. Tidak heran, ketika film live-action pertamanya, “Rurouni Kenshin” (2012) dirilis, beredarnya buzz positif mengenai filmnya melalui word of mouth membuat banyak orang menontonnya, meski film ini sendiri tidak pernah beredar secara luas di bioskop Indonesia.

Dibangun di atas kabar mengenai film perdananya yang ternyata tidak mengecewakan, “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” ternyata mendulang sukses ketika dipadati penonton saat rilis secara resmi di bioskop lokal. Seperti yang dapat diduga, mayoritas penonton yang berbondong-bondong menyaksikan filmnya adalah mereka yang sewaktu kecil pernah membaca manga-nya, atau menyaksikan anime-nya.

Meski lama dianggap sebagai manga yang sulit untuk diangkat dalam bentuk live-action, sang sutradara, Keishi Ohtomo, membuktikan melalui “Rurouni Kenshin” dan “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” bahwa dengan pendekatan yang benar, impian ini merupakan sesuatu yang tidak mustahil. Karena itu, dengan visinya yang dengan tepat menggambarkan “Rurouni Kenshin” sebagai period piece dengan set Jepang di abad ke-19, kita akhirnya diberi kesempatan nostalgia untuk menyaksikan Kenshin Himura (Takeru Satoh), Kaoru Kamiya (Emi Takei), Sanosuke Sagara (Munetaka Aoki), Megumi Takani (Yu Aoi), Hajime Saito (Yosuke Eguchi), dan Yahiko Myojin (Taketo Tanaka) secara langsung dalam wujud manusia. Menyaksikan aksi mereka di layar lebar sungguh merupakan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan oleh para penggemarnya.

2. Takeru Satoh

Mendapat peran ikonis seperti Kenshin Himura merupakan tanggung jawab berat yang ternyata sanggup diemban oleh Takeru Satoh dengan nyaris sempurna. Satoh yang jadi pilihan Keishi Ohtomo pertama dan satu-satunya untuk memerankan Kenshin setelah dirinya main dalam serial “Ryomaden” (2010) yang ia sutradarai, ternyata tampil dengan memuaskan. Dalam “Rurouni Kenshin”,  Satoh membuktikan bahwa ia mampu untuk memerankan Kenshin di era Meiji yang telah berubah menjadi sosok lembut dan rendah hati, sekaligus memberi kilasan mengenai sosok Hitokiri Battousai di masa Bakumatsu yang menakutkan dan sangat disegani.

Kalau dalam film sebelumnya, Satoh yang memerankan sebagian besar adegan laganya sendiri telah memberikan penampilan yang meyakinkan, dalam “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno”, ia hadir dengan koreografi perkelahian yang lebih rumit. Bila “Rurouni Kenshin” banyak bercerita mengenai filosofi yang melatari Kenshin untuk membawa sakabatou (pedang bermata terbalik), “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” hadir dengan plot yang membuat idealismenya teruji, sehingga Satoh diberi kesempatan untuk lebih banyak menyerempet transisi antara dirinya sebagai Kenshin Himura, dan Himura Battousai. Perbedaan yang sangat mencolok antara dua sisi dari Kenshin ini ditampilkan dengan kuat oleh Satoh yang dalam seketika mampu mengubah cara bicara, mimik wajah, dan cara berjalannya, sehingga Kenshin bisa hadir sebagai sosok yang bertolak belakang hanya dalam sepersekian detik.

3. Tatsuya Fujiwara

Makoto Shishio pastinya merupakan musuh Kenshin yang paling ditunggu kehadirannya ketika orang mendengar bahwa “Rurouni Kenshin” akan dibuat sebagai film live-action. Tetapi, mencari aktor yang tepat untuk memerankan sosok yang sangat berbahaya ini merupakan sesuatu yang sulit. Selain harus punya screen presence yang kuat, aktor yang dipilih juga harus memiliki kemampuan akting yang dapat mengimbangi Satoh yang impresif.

Dalam “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno”, Tatsuya Fujiwara yang lebih banyak dikenal penonton dari “Death Note”, ternyata mampu untuk menghidupkan karakter Shishio tanpa banyak beradegan laga. Selain itu, dalam “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno”, Fujiwara diberi kesempatan yang sangat bagus untuk membuat penonton terkesan dengan aktingnya melalui setup keren di awal film dalam Tambang Settsu yang tidak berpenghuni, di mana Shishio memperkenalkan konsep neraka pada Hajime Saito. Selain itu, kisah latar belakang yang menjelaskan bagaimana Shishio berubah menjadi sosok menakutkan yang dililit perban di sekujur tubuhnya juga dihadirkan dengan dramatis.

4. Adegan Aksi

Keishi Ohtomo dan Nobuhiro Watsuki setuju bahwa meskipun dalam manga dan anime-nya, pertarungan-pertarungan yang dihadirkan cukup fantastis, dalam versi film live-action “Rurouni Kenshin”, adegan laganya harus dibuat dengan lebih realistis. Ini menjadi sebuah poin plus, karena dengan desain produksi yang detail, ditunjang oleh kemampuan akting para cast yang baik, koreografi pertarungan yang tidak berlebihan membuat filmnya jadi lebih enak untuk dinikmati. Kalau dalam “Rurouni Kenshin”, Ohtomo lebih banyak menggunakan wire work dan slow motion, dalam “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno”, ia mengurangi dua hal tersebut, dan lebih fokus untuk menampilkan pertarungan tanpa terlalu banyak dipotong, sehingga para aktornya diperkenankan untuk memperlihatkan pada penonton hasil latihan koreografi yang telah mereka siapkan berbulan-bulan.

Bagi mereka yang sudah familiar dengan cerita dalam Kyoto Arc, “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” tak lupa menampilkan adegan-adegan pertarungan seru dengan anggota Juppongatana (Ten Swords), yang memberikan sedikit gambaran mengenai suguhan yang nantinya akan hadir di film ketiganya. Salah satu perkelahian yang paling seru adalah pertemuan singkat Kenshin dengan Sojiro Seta (Ryunosuke Kamiki). Selain menampilkan adu teknik pedang yang keren, karakter Sojiro yang berhasil dihidupkan dengan meyakinkan oleh Kamiki juga membuat mereka yang tahu plot Kyoto Arc tidak sabar untuk menunggu film lanjutannya. Perkelahian antara karakter-karakter favorit lain pun juga sangat menarik untuk disaksikan. Tetapi, Anda lebih baik langsung pergi ke bioskop untuk mencari tahu siapa saja yang dihadirkan dalam film ini.

5. Rurouni Kenshin: The Legend Ends

Tentunya, bagi mereka yang memang tertarik untuk menonton semua film live-action-nya, “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” wajib ditonton, karena film sekuel ini juga berfungsi sebagai bagian pertama dari dua film yang menyajikan kisah dari Kyoto Arc dengan penuh. Sebelum menyaksikan “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno”, pastikan Anda sudah menonton film pertamanya supaya lebih enak menikmati kisahnya. Bagi mereka belum pernah membaca manga-nya atau nonton anime-nya, cobalah untuk sedikit mencari tahu mengenai karakter-karakter dan ceritanya, supaya Anda tidak perlu berdiskusi panjang lebar di dalam bioskop dan menganggu penonton lain.

Meski punya banyak kelebihan, “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” tak lepas dari kelemahan yang sudah ditunjukkan melalui film pertamanya. Karena ada begitu banyak sub-plot yang harus diceritakan demi mengakomodasi percabangan cerita dan perkenalan karakter dari manga-nya, film ini punya durasi yang cukup panjang. Ketika masuk dalam bagian dramanya, dialog-dialog panjang dalam filmnya juga mungkin membuat mereka yang suka kisah dengan tempo cepat menjadi bosan. Sebagai konsekuensi dari cerita Kyoto Arc yang dibelah menjadi dua bagian, rasa penasaran akibat bagian akhir “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” yang terasa tanggung juga mungkin mengganggu. Tetapi, jangan khawatir. Bagian terakhirnya, “Rurouni Kenshin: The Legend Ends” akan diputar di Indonesia kurang dari sebulan lagi. Karena itu, pastikan Anda sudah nonton “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” dalam waktu dekat, dan jangan lupa untuk menyisihkan uang untuk membeli tiket nonton bulan depan. Oro!

Sumber : Yahoo!

Selasa, 15 April 2014

12 Eksekusi Mati Tersadis di Dunia


















Eksekusi mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya. Banyak cara yang digunakan dalam melakukan eksekusi mati tersebut. Tapi diantara cara-cara itu ada beberapa cara yang saya rasa adalah yang paling kejam.

Berikut adalah Cara 12 eksekusi mati yang paling kejam di dunia .

12. Slow Slicing
Ling Chi, diterjemahkan sebagai "lambat mengiris" atau "kematian yang masih tersisa" itu digambarkan sebagai kematian oleh seribu luka. bentuk penyiksaan dan eksekusi yang mirip dengan "The Five Pains", tapi digambar di atas yang jauh lebih lama jangka waktu. Penyiksa perlahan-lahan luka dan menghilangkan beberapa bagian tubuh, memperpanjang hidup dan korban penyiksaan selama mungkin. Menurut prinsip Konfusian, tubuh yang dipotong-potong tidak dapat keseluruhan di akhirat rohani, membuat bentuk eksekusi yang masih menyiksa korban di akhirat.


11. Burning at the Stake
Kematian dengan membakar telah digunakan sebagai suatu bentuk hukuman mati selama berabad-abad, sering dikaitkan dengan kejahatan seperti pengkhianatan dan sihir. Sekarang ini dianggap sebagai hukuman yang kejam dan tidak biasa, tetapi sebelum abad ke-18, yang dibakar pada tiang pancang adalah praktik umum. Korban terikat pada pancang besar, sering di pusat kota atau di mana pun dengan penonton dan kemudian menyalakan api. Hal ini dianggap sebagai salah satu cara yang paling lambat untuk mati.





10. Necklacing
Umum dipraktikkan di Afrika Selatan, Necklacing terdiri dari karet ban, diisi dengan bensin, dipaksa di sekitar dada korban dan lengan, dan kemudian menjadi dibakar. Necklacing dasarnya menyebabkan tubuh akan berubah menjadi meleleh terbakar.









9. Execution by Elephant
Di Selatan Asia dan Tenggara, Gajah telah menjadi metode hukuman mati selama ribuan tahun. Hewan dilatih untuk mengeksekusi dua cara. Perlahan-lahan menyiksa dalam cara yang berkepanjanganh atau menewaskan korban hampir seketika itu juga.














8. The Five Pains
Salah satu hukuman mati dari cina ini relatif mudah untuk dipahami. Dimulai dengan hidung korban yang dipotong, lalu satu tangan dan satu kaki, dan akhirnya, korban adalah dikebiri dan terbelah dua di pinggang. Penemu hukuman ini Li Si, seorang Perdana Menteri Cina, akhirnya disiksa dan kemudian dihukum mati dengan cara ini.

7. Colombian Necktie
Metode eksekusi ini adalah salah satu yang sadis. Tenggorokan korban adalah disayat, sering kali dengan pisau tapi benar-benar ada benda tajam yang akan dilakukan, dan kemudian lidah mereka ditarik keluar melalui luka yang terbuka. Sewaktu zaman La Violencia, sebuah periode sejarah Kolombia penuh dengan pembunuhan, ini adalah bentuk paling umum eksekusi. Hal ini digunakan terutama untuk mengintimidasi orang lain yang menemukan fakta.


6. Hanged, Drawn, and Quartered
Hukuman untuk pengkhianatan tinggi di Inggris, yang akan digantung, ditarik dan dipotong-potong adalah umum terjadi selama abad pertengahan. Meskipun dihapuskan pada tahun 1814, bentuk eksekusi ini bertanggung jawab atas ratusan, bahkan mungkin ribuan, kematian. Prosesnya adalah sebagai berikut. Pertama, korban diseret pada bingkai kayu, yang disebut rintangan ke tempat eksekusi. Kedua, korban digantung dengan leher untuk waktu singkat sampai hampir mati (digantung). Ketiga, pengebirian terjadi, di mana setelah itu, isi perut dan alat kelamin dibakar di depan korban. Akhirnya, tubuh terbagi menjadi empat bagian yang terpisah dan dipenggal kepalanya.

5. Cement shoes
Diperkenalkan oleh American Mafia, metode eksekusi ini melibatkan menempatkan kaki korban dalam blok dan kemudian mengisinya dengan semen basah dan kemudian melemparkan kepadanya ke dalam air. Bentuk eksekusi masih dipraktekkan sekarang, dan bahkan menciptakan istilah "seseorang yang tidur dengan ikan-ikan" sebagai eufemisme untuk orang mati.

4. Guillotine
Guillotine adalah salah satu bentuk yang paling terkenal eksekusi mati . Terdiri dari pisau tajam diikatkan pada tali, kepala korban diletakkan di tengah-tengah frame dan kemudian pisau jatuh dengan kilat, menyebabkan orang yang dipenggal mati hampir seketika.

3. Republican Marriage
Bukan tersadis memang namun jelas salah satu yang paling menarik. Berasal di Perancis, bentuk eksekusi ini biasa terjadi dalam Revolusi Perancis. Melibatkan mengikat bersama dua orang telanjang, seorang laki-laki dan perempuan biasanya dari usia yang sama, dan menenggelamkan mereka. Dalam beberapa kasus, biasanya di mana air tidak tersedia, pasangan akan disiksa dengan pedang.

2. Crucifixion
Metode eksekusi adalah salah satu metode yang paling terkenal, jelas terutama disebabkan oleh eksekusi Yesus Kristus. Penyaliban terdiri dari tangan dan kaki korban yang dipaku ke kayu salib dan kemudian menjadi mengangkat ke udara. Korban kemudian dibiarkan menggantung di sana sampai mati, yang biasanya sampai berhari hari, dan sering mati kehausan sebelum hal lain.

1. The Brazen Bull
The Brazen Bull, kadang-kadang dikenal sebagai salah satu metode paling kejam penyiksaan dan eksekusi di luar sana. Dirancang pada zaman Yunani kuno, dalam bentuk banteng, dengan pintu di bagian samping yang terbuka dan terkunci. Untuk memulai eksekusi, korban ditempatkan dalam banteng kuningan dan api dinyalakan bawahnya. logam dipanaskan sampai benar-benar panas, menyebabkan korban untuk "panggang sampai mati". Banteng itu dirancang sedemikian rupa sehingga jeritan para korban akan terdengar musik untuk kenikmatan dari algojo.

Entri Lain

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Menu

free counters Protected by Copyscape Duplicate Content Finder blog-indonesia.com
widgets

Followers