Pages

Sabtu, 22 Januari 2011

Lirik lagu dan Video Andai Aku Jadi Gayus (Kisah Hidupku)

Ni dia lirik lagu dan video Andai Aku Jadi Gayus




11 Maret
Diriku masuk penjara
Awal ku menjalani
Proses masa tahanan

Hidup di penjara
Sangat berat kurasakan
Badanku kurus
Karena beban pikiran


Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa
Tak bisa berbuat banyak
Seperti para koruptor

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

7 Oktober
kubebas dari penjara
Menghirup udara segar
Lepaskan penderitaan

Wahai saudara
Dan para sahabatku
Lakukan yang terbaik
Jangan engkau salah arah

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Biarlah semua menjadi kenangan
Kenangan yang pahit
dalam hidup ini

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Jumat, 21 Januari 2011

Ini Monumen Paul 'si Gurita' Memeluk Bola

Paul "Gurita." Hewan itu begitu sohor saat Piala Dunia 2010, melampui keterangan para pemain yang berlaga atau Shakira, si penyanyi Waka-waka. Paul sudah mati tapi kini para penggemarnya bisa melepas rindu. Pada lokasi di mana rumah Paul, sebuah akuarium besar, berada, kini dibangun monumen untuk mengenangnya.
Seperti ditulis Foxnews, Akuarium di Oberhausen  sudah meluncurkan replika plastik Paul setinggi 6 kaki pada Kamis 20 Januari 2011. Pada replika itu terlihat Paul sedang mencengkeram bola dengan delapan tentakelnya.
Juru bicara akuarium di Oberhousen itu, Tanja Munzig, mengatakan bahwa monumen itu bukan sekedar peringatan, tapi juga  tempat peristirahatan terakhir Paul.
Di dalam bola terdapat guci emas berbentuk daun yang menyimpan abu kremasi gurita tenar itu. Monumen ini, tambah dia, didirikan atas permintaan para penggemar Paul di seluruh dunia.
'Gurita sakti' ini mati pada usia 2 tahun, tiga bulan lalu. Dia mati diduga karena sakit.
Prestasi Paul menebak hasil pertandingan di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan memang monumental. Ia menebak dengan benar tujuh pertandingan Tin Jerman.  Termasuk memprediksi kekalahan Jerman dari Spanyol di babak semifinal.
Paul juga dengan tepat memprediksi Spanyol tampil sebagai juara setelah di final menaklukkan Belanda lewat gol semata wayang Andres Iniesta.
Atas ramalannya itu, Pemerintah Spanyol menganugerahi Paul sebagai warga kehormatan Kota Carballino, Spanyol.

Petualangan Wellington

Wellington adalah Ibu Kota Selandia Baru (dan bukan tetangganya yang lebih besar di utara, Auckland). Para Wisatawan sepakat, kota di kawasan Pasifik ini tidak boleh dilewatkan. Dengan kombinasi kosmopolitan dan atmosfer santai, mudah untuk menyukai Wellington. Berikut beberapa tips untuk perjalanan Anda ke sana.

Naik Trem ke Royal Botanic Gardens

Trem, atau cable car, adalah salah satu peninggalan sejarah kota yang masih hidup karena dukungan industri pariwisata. Jadi, hanya turis yang menaikinya. Dari atas sana, Anda bisa melihat pemandangan Wellington yang menawan. Royal Botanic Gardens juga luas, ada sejumlah bangunan tua nan cantik di dalamnya, dan mereka benar-benar sepenuh hati menata bunga di kebun itu.

Selandia Baru punya banyak keindahan alam, Milford Sound adalah salah satu yang paling terkenal - di Unearthing Asia.

Menikmati Kopi di Kelburn

Di bagian barat Royal Botanic Gardens, ada Kelburn Village, kawasan 'paling Eropa' di Wellington. Jalan utamanya penuh dengan kafe-kafe yang nyaman, toko-toko berkarakter, penjual barang antik, dan toko roti unik. Ini adalah tempat terbaik untuk duduk berlama-lama sambil minum kopi atau menikmati makanan. Pastikan Anda juga menjelajahi The Glen (penghubung Kelburn dan Royal Gardens) untuk melihat pohon-pohon Pohutakawa tua dekat gereja Saint Michael.

Dunedin di Selandia Baru adalah kota lain yang kuat rasa Eropanya, khususnya Skotlandia - di Unearthing Asia.

Kembali ke Masa Lalu di Karori Sanctuary Trust

Anda tidak akan merasa masih berada di Wellington ketika memasuki situs Karori Sanctuary http://www.sanctuary.org.nz/. Yayasan Karori Sanctuary, di laman situsnya, menyatakan bahwa, "(mereka) Mengembalikan sepojok Selandia Baru seautentik mungkin seperti saat belum ada manusia." Banyak yang berpendapat mereka telah melakukan pekerjaan itu dengan baik! Area itu tertutup, terdapat sebuah pulau utama di tengah; tanaman langka dan hewan pun terlindung di dalamnya. Bahkan jika Anda melakukan tur rombongan ke sana, tempat itu masih terasa sangat damai dengan suasana pedesaan yang kental, meski berada di kota.

Hiburan di Te Papa

Te Papa adalah museum nasional Wellington dengan spektrum pameran yang sangat luas, sehingga sukar disebut satu per satu. Pada hari tertentu, Anda dapat mempelajari tentang kekuatan geologis yang membentuk pulau, atau Anda bisa mempelajari tradisi berbahasa penduduk pertama Selandia Baru, menjelajahi toko barang bekas, dan tentang seni. Jika Anda berpergian bersama anak-anak, maka Anda harus mampir ke sini. 

Anak-anak juga akan senang mengeksplorasi Thermal Wonderland Wai-o-Tapu di Rotoroa - di Unearthing Asia.



Naik Ferry ke Pulau Matiu-Somes

Sebuah pulau bekas kamp tahanan dan zona karantina mungkin tidak akan menjadi pilihan objek wisata, tapi Matiu-Somes di Wellington Harbour layak dikunjungi. Anda bisa naik ferry dari Queen's Wharf, tapi pastikan dulu dengan kru kapal, mintalah ke mereka untuk berhenti di sana. Pulau itu adalah tempat yang tepat untuk berjalan-jalan dan menjelajah, tapi Anda harus tahu betul jam berapa ferry akan datang menjemput - Anda pasti tidak ingin menghabiskan malam di pulau ini, kan?


Rabu, 19 Januari 2011

Rahasia Angka2 Dalam Al-Qur’an

Kata-kata dalam Al-Qur’an, dengan sejumlah pengulangannya merupakan Mukjizat, jumlah kata-kata dalam Al-Qur’an yang menegaskan kata-kata yang lain ternyata jumlahnya sama dengan jumlah kata-kata Al-Qur’an yang menjadi lawan kata atau kebalikan dari kata-kata tersebut, atau diantara keduanya ada nisbah kontradiktif.
Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada ayat-ayat mulianya, makna-maknanya, prinsip-prinsip dan dasar-dasar keadilannya serta pengetahuan-pengetahuan gaibnya saja, melainkan juga termasuk jumlah-jumlah yang ada dalam Al-Qur’an itu sendiri, begitu juga pengulangan kata dan hurufnya, orang-orang yang melakukan ‘ulum’ Al-Qur’an sejak dulu sudah menyadarai adanya fenomena tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu.
Para peneliti terdahulu sudah mencatat, bahwa surat-surat yang dibuka dengan huruf-huruf ‘muqaththa’ah’ berjumlah 29 surat, sementara jumlah huruf ‘hijaiyah’ Arab ditambah dengan huruf “Hamzah” juga berjumlah 29 huruf hal ini dengan sudut pandang bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.
DR. Abdul Razaq Naufal dalam bukunya berjudul ‘ Al’Ijaz Al’Adadiy Fi Al-Qur’an Al Karim” beliau menulis beberapa tema-tema tersebut terjadi keharmonisan diantara jumlah kata-kata Al-Qur’an dan berikut ini adalah sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan Mukjizat, dari jumlah kata dalam Al-Qur’an sebanyak 51.900, Jumlah Juz 30, Jumlah Surat 112, keanehan yang ada diantaranya sbb :
  • Kata ‘Iblis” ( La’nat ALLAH ‘alaihi ) dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 11 kali, sementara “Isti’adzah” juga disebutkan 11 kali, Kata “ma’siyah” dan derivatnya disebutkan sebanyak 75 kali, sementara kata “Syukr” dan derivatnya juga disebutkan sebanyak 75 kali.
  • Kata “al-dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-akhirah” sebanyak 115 kali.
  • Kata “Al-israf” disebutkan 23 kali, kata kebalikannya “al-sur’ah” sebanyak 23 kali.
  • Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya ‘Al-syayathin” juga 88 kali.
  • Kata “Al-sulthan disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “Al-nifaq” juga 37 kali.
  • Kata “Al-harb”(panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “ Al-harb” juga 4 kali.
  • Kata “ Al-harb (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “Al-husra” (tawanan) 6 kali.
  • Kata “Al-hayat” (hidup” sebanyak 145 kali, kebalikannya “Al-maut” (mati) 145 kali.
  • Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” ( katakanlah) sebanyak 332 kali.
  • Kata “Al-sayyiat” yang menjadi kebalikan kata “Al-shahihat” masing-masing 180 kali.
  • Kata “Al-rahbah” yang menjadi kebalikan kata “Al-ragbah” masing-masing 8 kali.
  • Kata “Al-naf’u” yang menjadi kebalikan kata “Al-fasad” masing-masing 50 kali.
  • Kata “Al-nas” yang menjadi kebalikan kata “Al-rusul” masing-masing 368 kali.
  • Kata “Al-asbath” yang menjadi kebalikan kata “Al-awariyun” masing-masing 5 kali
  • Kata “Al-jahr” yang menjadi kebalikan kata “Al-alaniyyah” masing-masing 16 kali
  • Kata “Al-jaza” 117 kali ( sama dg kebalikannya),
  • Kata “Al-magfiroh” 234 kali ( sama dengan kebalikannya),
  • Kata “Ad-dhalala” ( kesesatan) 191 kali ( sama dengan kebalikannya),
  • Kata “Al-ayat” 2 kali “Ad-dhalala” yaitu 282 kali. Dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini.
  • Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.
  • Kata “Syahr” ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun.
  • Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk plural (jamak) sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan.
  • Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
  • Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
  • Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah raka’at dalam solat 5 waktu
  • Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam.
  • Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib.

Indonesia Punya 9 Presiden Bukan 7

MUNGKIN masih banyak dari sobat-sobat yang beranggapan bahwa Indonesia hingga saat ini baru dipimpin oleh tujuh presiden, yaituSoekarno, Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan kini SBY.




Namun hal itu ternyata keliru. Indonesia, menurut catatan sejarah, hingga saat ini sebenarnya sudah dipimpin oleh sembilan presiden. Lho, kok bisa? Lalu siapa dua orang lagi yang pernah memimpin Indonesia?
Dua tokoh yang terlewat itu adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. Keduanya tidak disebut, bisa karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja. Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal agresi militer kedua, sedangkan Mr. Assaat adalah Presiden RI saat republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (1949).
Pada tanggal 19 Desember 1948, saat Belanda melakukan agresi militer II dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin Indonesia lainnya untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka. Kabar penangkapan terhadap Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat.
Mr. Sjafruddin Prawiranegara





Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan dibentuknya pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI. Padahal, saat itu Soekarno – Hatta mengirimkan telegram berbunyi, “Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra”.
Namun saat itu telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan menyetujui usul itu “demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara”.
Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI “diproklamasikan” . Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinatenya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang.
Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.
Mr. Assaat





Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain.
Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.
Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan.
Nah sobat Percil, dengan demikian, SBY adalah presiden RI yang ke-8 dan ke-9
Urutan Presiden RI adalah sebagai berikut: Soekarno (diselingi oleh Sjafruddin Prawiranegara dan Assaat), Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Susilo Bambang Yudhoyono lagi.

Entri Lain

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Menu

free counters Protected by Copyscape Duplicate Content Finder blog-indonesia.com
widgets

Followers